Bersama Shuttle Jakarta Bandung, Temukan 3 Fakta Kota Kembang Berikut Ini!

Bersama Shuttle Jakarta Bandung, Temukan 3 Fakta Kota Kembang Berikut Ini!

Punya Sejuta Pesona, Kota Bandung Selalu Jadi Destinasi Favorit. Untuk Berangkat Ke Sana, Jangan Lupa Pakai Shuttle Jakarta Bandung ya.

 

Kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat ini memang tidak pernah luput pesonanya. Tak heran, para wisatawan menjadikan Bandung sebagai destinasi wajib saat menjelang liburan. Khususnya bagi warga ibukota Jakarta, tidak sulit menempuh ke kota kembang. Infrastruktur yang memadai, jarak yang relatif dekat dengan waktu tempuh hanya 2-3 jam dan berbagai transportasi mudah didapatkan, salah satunya Shuttle Jakarta Bandung. Jika Anda sudah sering melancong ke kota ini, tentunya berbagai fakta menarik di artikel ini akan seru untuk disimak.

Bocoran fakta pertama, julukan Bandung sebagai kota kembang. Pesona indah Bandung sudah dikenal sejak tahun 1896, di mana Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Bunga menjamu para tamu undangan dengan banyak wanita keturunan Indonesia – Belanda. Setelah itu, muncul istilah “Kembangnya Kota Pegunungan di Hindia Belanda”. Saat ini, berbagai destinasi wisata di Bandung menawarkan keindahan alam yang dipenuhi oleh pepohonan dan bunga cantik lho. Jadi tidak heran kalau ke Bandung, para wisatawan akan mengincar tempat wisata yang seperti ini. Nah jika ini baru salah satu faktanya, penasaran sama fakta lainnya? Baca selengkapnya ya!

 

Bandung Jadi Kota Penyelenggara Konferensi Asia-Afrika

Pada 18 – 24 April 1955 diadakan untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada Gedung Merdeka yang dulunya bernama Concordia, tepatnya berada di sebrang Hotel Savoy Homann. KAA sendiri awalnya diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India dan Paskistan, dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi, kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya. Pernyataan mengenai dukungan bagi kerukunan dan kerjasama dunia diatur dalam sepuluh poin penting hasil pertemuan ini, atau sering dikenal dengan Dasasila Bandung. Kemudian KAA diadakan kembali pada tahun 2005 dan 2015.

Sesampainya dengan Shuttle Jakarta Bandung, sempatkan menuju Jalan Asia-Afrika. Di sini, Anda bisa berfoto ala vintage alias suasana tempo dulu dengan latar belakang gedung yang masih terawat. Gedung Merdeka pun bisa Anda kunjungi, salah satu sisi bangunan menjadi Museum Konferensi Asia-Afrika. Pastinya akan nambah banyak wawasan nih! Selain itu, kunjungi juga Museum Solidaritas Asia Afrika, Alun-Alun Bandung, Masjid Raya Bandung dan Galeri Wayang Ruhiyat Wooden Puppet Mask.

 

Bandung Punya Asal Usul Nama Jalan dari Seorang Kimiawan

Saat sampai di Bandung, pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan Jalan Pasteur? Ya, jalan utama saat keluar dari gerbang Tol Pasteur ini sudah dikenal berbagai wisatawan yang datang ke Bandung. Asal usul nama jalan ini ternyata dari nama seorang kimiawan dan ahli biologi, yakni Louis Pasteur dari Perancis. Dikutip dari wisatabdg.com, di Jalan Pasteur terdapat sebuah produsen vaksin virus dan vaksin bakteri, yakni Bio Farma. BUMN ini juga dulu memiliki nama Lands Koepok Inrichting en het Instituut Pasteur. Dasar penemuan vaksin di tempat ini adalah dari Louis Pasteur.

Jalan Pasteur bisa menjadi destinasi wajib saat Anda dan keluara berkunjung ke Bandung. Selain lokasi yang strategis, berbagai tempat wisata seperti Kebun Binatang Bandung, Dago, Cihampelas Walk (Ciwalk) hingga wisata kuliner seperti Saung Kabayan, tentu mudah dijangkau dari Jalan Pasteur. Nah, akomodasi juga tersedia lengkap di sini, misalnya hotel dan pool transportasi. Tak lupa juga, wisata belanja juga tersedia lho, yakni Bandung Trade Center (BTC) dan Mall Pasteur Hyper Point (PHP) yang tidak pernah sepi pengunjung!

 

Bandung Dikenal dengan Ikon Gedung Sate

Ikon kota Bandung yang terkenal ini memang wajib Anda kunjungi saat sampai di Bandung. Gedung Sate sudah dibangun pada tahun 1920. Ciri khasnya terdapat  pada ornament tusuk sate pada menara sentralnya. Dulunya Gedung Sate dibangun oleh arsitek J. Gerber dengan melibatkan 2000 pekerja dan 150 orang pemahat yang sudah ahli. Sang arsitek sendiri memadukan beberapa aliran arsitektur dalam rancangannya seperti Moor Spanyol, Rennaisance Italia, Pura Bali hingga Pagoda Thailand. Hingga kini, Gedung Sate berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.

Jika Anda memasukkan Gedung Sate sebagai destinasi, kunjungi juga beberapa tempat wisata lain yang dekat dengan ikon Bandung ini, yaitu Museum Gedung Sate, Museum Geologi, Taman Lansia dan Upside Down World Bandung, serta wisata kuliner legendaris seperti Cuanki Serayu, Sate Jando, Roti Gempol, Yoghurt Cisangkuy, Nasi Bancakan. dan Nasi Bistik Astana Anyar.

Nah, sudah kepengin banget jelajahi Kota Bandung? Yuk langsung berangkat naik Shuttle Jakarta Bandung bersama Cititrans. Pelopor travel executive ini sudah berkancah selama lebih dari 15 tahun. Cititrans menghadirkan keamanan dan kenyamanan melalui para pengemudi yang telah berpengalaman, terlatih dan bersertifikat resmi, serta menyediakan jenis kendaraan modern, yaitu Mercedes-Benz Sprinter. Jenis kendaraan ini memiliki kabin yang lebih luas dan mampu menampung kapasitas 12 penumpang.

Selama pandemi COVID-19, Cititrans menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti pengemudi dan penumpang wajib memakai masker, physical distancing atau jaga jarak antar penumpang di dalam armada, serta semua pool dan armada selalu disterilkan dengan disinfektan dan sinar UV, Segera pesan tiket Cititrans melalui website www.cititrans.co.id, aplikasi Cititrans yang tersedia di Apple Apps Store dan Google Play, atau hubungi 24 Hours Call Center di nomor 021-79171717 dan Whatsapp Virtual Assistant Bebi di nomor 081117941234.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *